Oleh: dhani911 | Januari 23, 2011

Pantai Puger & Pantai Kucur

Pantai Puger, 36 km arah barat Laut Kota Jember disamping sebagai tempat pelelangan ikan juga sebagai tempat wisata karena alamnya yang indah. Wisatawan berkunjung ke Pantai Puger selain menikmati keindahan panorama alamnya juga dapat berperahu menyusuri pantai. Di Pantai Puger inilah setiap tahun diadakan acara “Larung Sesaji” sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan. Bersebelahan Pantai Puger, terdapat pantai yang juga menarik yaitu Pantai Kucur. Di Pantai Kucur wisatawan dapat menemukan kawanan kera merah yang selalu bergerombol dan suka bercanda dengan para wisatawan apalagi bila melihat wisatawan membawa buah-buahan atau makanan. Konon, menurut cerita rakyat kera-kera itu akan membawa malapetaka apabila ada pengunjung berani menyakiti apalagi sampai membunuhnya.

Pantai seluas 2 (dua) hektare ini dinamakan Kucur karena ditengah-tengahnya terdapat petilasan bekas pertapaan Mbah Kucur, seorang prajurit yang tugasnya mengawal Pangeran Puger dari Kerajaan Mataram,” ujar penjaga pantai sekaligus juru Kunci Mbah Kucur, Boiran.
Nama kecamatan Puger, menurut Pak Ran, sekitar abab ke 18 Pangeran Puger ditemani empat pengawalnya yakni Senopati Mataram Suryo Joto, Mbah Pancer Jenggot, Mbah Sindu Pramo dan Mbah Kucur melakukan tapa di pantai barat laut Jember, sehingga dinamakan Puger. “Pangeran Puger mengakhiri tapanya dan kembali ke Mataram, tetapi pengawalnya tidak ikut melainkan menetap di Puger seperti Nusa Barong dan Kucur,” ujarnya.

Petilasan di ujung pantai selatan Jember ini menjadi salah satu tujuan wisata batin. Pada hari-hari Kamis dan malam Jumat banyak pengunjung. Tiap 15 Muharam larung sesaji petik laut.

Pantai ini selain pasirnya putih ombaknya tidak terlalu besar sehingga cocok sebagai tujuan wisata. Ada keunikan dari pantai ini, yakni bisa mengubah bentuk, jika air laut pasang maka pantai bisa jadi pulau karena daratannya landai. Dari jauh warnanya hijau kebiru-biruan, karena Kucur selalu diselimuti tumbuh-tumbuhan pantai dan semak belukar yang rimbun. Sedangkan warna kebiruan, karena daun yang menutupi pantai terkena pantulan air laut yang dipancarakan sinar matahari.

Waktu pagi menjelang fajar menyingsing, pengunjung bisa menyaksikan terbitnya matahari atau sore saat sang surya kemerahan pelan-pelan tenggelam. Pada bulan purnama pesisir pantai bercadas ini nampak seperti bongkahan emas murni yang melingkar di tepi pulau.
Pesisir ini rimbun ditumbuhi berbagai jenis pohon dari tanaman atau flora khas pantai. Tanaman yang ada di sekitar pantai ini adalah sejenis klampis laut, nyamplung, pohon sawo kecik, trembesi, mahoni, sawo gunung, gayam, wimbo, mindi, akasia, waru rangkang, kakau, ketapang, sengon laut, balsa sungkai, glodokan tiang, kruing, simpur, merawan (dellia sp) dan tanjung (shoepea).

Binatang yang masih ada di sekitar hutan kijang, menjangan, banteng, kura-kura, penyu, ular, aneka burung laut seperti pecuk, mliwis putih, kuntul, blekok, bangau, angsa, itik. Selain itu, di dekat pantai banyak aneka kera yang hidup berkelompok, yang tidak boleh diganggu. Kera merah ini paling banyak dan paling jinak dan sudah terbiasa dengan pengunjung.
Untuk menuju ke tempat wisata Kucur, dari TPI Puger bisa menyeberang dengan menggunakan jasa perahu sampar atau perahu motor milik para nelayan Puger. Ongkos penyebrangan cukup murah yakni Rp 10 hingga 20 ribu per orang pulang pergi Puger-Kucur. Dengan perahu kecil para pengunjung bisa melihat keindahan panorama Pantai Puger dan Pantai Kucur yang berbuih dan berpasir putih.

Di lokasi ini pengunjung bisa melihat hamparan laut luas tanpa batas. Dari kejauhan tampak segerombolan burung laut terbang hilir mudik mencari mangsa ikan-ikan segar. Di tengah-tengah samudra tampak para nelayan sibuk mengayunkan jalanya untuk mencari ikan.
Di lokasi dekat sandaran perahu terdapat fasilitas kolam renang berhadapan langsung dengan hamparan laut lepas. Juga tempat untuk kemping dan out bond bagi pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum. Jika musim liburan biasanya para pelajar banyak berkemah dan bisa belajar menyatu dengan alam. Siswa yang berwisata dapat belajar tentang kehidupan binatang yang hidup di alam bebas sambil menikmati segarnya udara pantai.

Jumlah pengunjung sekitar 2000 orang pada hari biasa, pada hari libur dan hari raya idul Fitri lebih dari 20 ribu orang per hari. Pengelola Balai Konserfasi Sumber Daya Alam Jatim II tidak memungut biaya.

Pulang berwisata pengunjung bisa belanja terasi, petis dan ikan laut segar langsung dari nelayan yang sandar di Puger. Ada bermacam-macam ikan seperti tongkol berat sekitar dua kilo gram harganya Rp 25 ribu, ikan bandeng dua kilo gram Rp 20 ribu dan ikan pating sekitar Rp 20 ribu untuk tiga kilo gram. Selain itu juga dijual jenis ikan lainnya seperti ikan nus, rajungan, ikan layang, ikan cumi-cumi, kepiting, ikan pari, ikan layur dan ikan teri putih.

Sumber:
http://d-infokom-jatim.go.id/news_pot.php?id=11&t=335
http://beachview.wordpress.com/2008/04/16/pantai-puger/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: