Oleh: dhani911 | Januari 26, 2011

Paralayang, Gunung Banyak

Paralayang merupakan salah satu olahraga dirgantara yang memacu adrenalin dan memerlukan keberanian tinggi untuk terbang dari ketinggian dengan memakai payung sebagai alat terbang.

Pada tahun 1995 lokasi pertama berada di Desa Jurangrejo, untuk membuka objek TNI AU Abdurrahman Saleh membabat hutan alas, akan tetapi karena aksesbilitas, transportasi dan lokasi yang sulit, akhirnya lokasi dipindah ke Gunung Banyak. Lokasi di Gunung Banyak dibuka pada tahun 1997 oleh TNI AU Abdurrahman Saleh.

Konon cerita menurut masyarakat setempat nama Gunung Banyak berasal dari kepercayaan masyarakat tentang seorang bidadari yang mengawasi Desa Songgokerto dan Kawasan Batu dari puncak gunung yang menjelma menjadi seekor angsa (banyak), ada juga yang mengatakan menjelma menjadi seekor rusa.

Puncak Gunung Banyak juga sering digunakan sebagai tempat ritual untuk mendekatkan diri pada sang Pencipta, kepercayaan masyarakat bahwa puncak gunung merupakan tempat yang paling dekat dengan sang Pencipta. Pelaksananaan ritual dilakukan pada hari-hari tertentu (selasa kliwon).

Banyak wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Paralayang diantaranya wisatawan domestik dan mancanegara. Untuk wisatawan domestik berasal dari Luar Kota Batu seperti Malang, Surbaya, Sidorajo, Pasuruan, Kediri bahkan dari luar propinsi Jawa Timur, sedangkan wisatawan mancanegara berasal dari Perancis, Swiss, Kanada, Spanyol, Belanda.

Selain sebagai Objek Wisata Paralayang sering juga digunakan sebagai tempat penyelenggaraan even-even dengan skala nasional maupun internasional diantaranya pada tahun 1998 digunakan untuk even Kejuaran Tingkat Daerah, tahun 1999 Kejuaran Tingkt Nasional, dan pada tahun 2000 digunakan sebagai tempat penyelenggaraan PON (Pekan Olah Raga Nasional).
Lokasi

Gunung Banyak berada diketinggian 1340 di atas permukaan laut, berada di Kawasan Wisata Desa Songgokerto.

Transportasi angkutan umum belum ada yang menuju ke objek wisata Paralayang, sehingga wisatawan menggunakan kendaraan pribadi. Akses menanjak disajikan sesuai dengan topografi lokasi setempat sebagai jalur menuju objek wisata dengan perkerasan jalan dari semen, untuk kondisi jalan bagus dan bisa dilewati sepeda motor atau mobil pribadi.
Fasilitas :
–  Tempat petugas.
–  Kamar mandi.
–  Mushollah
–  Shelter istirahat.
–  Area launching (area terbang ).
–  Area parkir yang mampu menampung ≥ 50 sepeda motor pada akhir pekan atau hari libur.
–  Peralatan terbang yang tersedia meliputi : Parasit, Harnes (tempat duduk) untuk tandem, payung cadangan.

Sumber: http://www.wisatamalang.com/tour/pesona-kota-batu/333-paralayang-.html

Oleh: dhani911 | Januari 26, 2011

Gunung Bromo

Gunung Bromo, sebuah gunung yang terletak di antara Kabupaten Malang, Probolinggo dan Pasuruan, Gunung Bromo ini mempunyai tinggi sekitar 2.350M dari permukaan laut, Gunung  Bromo yang juga berada di kaki Gunung Semeru ini adalah gunung yang masih aktif. Gunung Bromo mempunyai bentuk yang unik, kerucut, hampir sama dengan gambar gunung yang di buat anak kecil, karena bentuknya itulah Gunung Bromo sangat menarik perhatian masyarakat untuk mengunjunginya. Gunung Bromo mempunyai kawah yang unik juga, kawah yang berbentuk nyaris seperti lingkaran ber diameter sekitar 700M ini menambah keindahan Gunung Bromo, selain itu ketinggian Gunung Bromo yang relatif rendah untuk ukuran gunung membuat menuju lokasi puncak Gunung Bromo relatif mudah.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Suku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun mengetahui Gunung Bromo itu berbahaya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.

Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa. Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.

Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki Gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit (sunrise).

Pananjakan. Melihat panorama alam Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru dan melihat matahari terbit (sunrise).

Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki yang menuju Gunung Semeru (3.676 m. dpl).

Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Cara pencapaian lokasi:

  • Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km.
  • Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km, dan Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km. Jika anda suka dengan pemandangan indah, saya merekomendasikan Anda untuk lewat jalur ini. Akan tetapi Anda harus harus hati-hati karena jalanannya bukan aspal.
  • Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km. Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Mahameru sekitar 13 jam.

Sumber:
http://www.prlog.org/10378652-bromo-gunung-bromo-keindahan-tak-terlukiskan.html
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bromo.htm

Oleh: dhani911 | Januari 26, 2011

Pemandian Air Panas Cangar

Wisata pemandian alami air panas cangar terletak di Taman Hutan Raya R. Soeryo. Jaraknya sekitar 18 km dari kota Batu Sekitar 1 (satu) jam perjalanan dari pusat kota Malang.

Perjalanan ke Wisata Cangar jauh tapi menyuguhkan pemandangan dan petualangan menakjubkan. Sepanjang perjalanan aku memperhatikan banyak sekali titik-titik yang sangat indah selama perjalanan menuju lokasi dari arah Kota Batu, kita akan memasuki Desa Punten, yang terkenal dengan desa sejuta bunga, karena sepanjang perjalanan, maupun hampir seluruh penduduknya menanam bunga, baik untuk di jual maupun untuk dinikmati sendiri. Kita akan melihat hamparan bunga berbagai macam jenis dan spesies.

Setelah itu kita akan memasuki perkebunan apel yang banyak bertebaran di sebelah kanan dan kiri jalan yang kita lewati dan banyak juga para pedagang apel yang menjajakan apel segar yang baru saja di petik, bila panen raya tiba, harga apel disini bisa kita tawar dengan sedikit lebih rendah dari harga biasanya.

Setelah kita melewati kebun apel dan pemukiman penduduknya, kita akan mulai memasuki perjalanan yang lebih menyenangkan. Jalannya meliuk-liuk seperti ular. Kita akan melihat hamparan perkebunan sayur mayur yang terdapat hampir di sepanjang sisa perjalanan menuju cangar, suasana jadi lebih indah lagi karena latar belakang perbukitan yang hijau, udara yang sangat sejuk dan hamparan hijau sayuran ditambah sedikit bunga liar yang banyak tumbuh di sebalah sisi jalan.

Selain itu, kita akan menemui banyak Green House budidaya Jamur dari yang kelas home industri hingga skala industri besar. Konon, jamur-jamur ini di ekspor ke luar negeri.

Setelah perjalanan mencapai titik tertinggi, jalanan akan menurun tajam hingga 45 derajat dengan tikungan berbentuk U sebanyak 5 kali. Dan kita mulai masuk ke lokasi wisata Cangar. Harga tiket masuknya murah banget, hanya Rp. 3.000,-/orang. Tapi, khusus wisatawan asing harga tiketnya Rp. 20.000,-

Sambil istirahat (kalo cape berendam) ada suguhan dan kenikmatan lain, yakni tape ketan. Harganya?? Cuma Rp. 3.000 saja. Penjual makanan khas di sini, yaitu tape ketan hitam dan “badek”. Makanan dan minuman ini memang cocok. Sebab makanan dan minuman ini membawa nuansa hangat di tubuh yang mengkonsumsinya, lebih-lebih di Cangar ini. Karena Wisata Cangar ini terletak di dataran tinggi, hawa dingin dan kabut jelas terasa.

Sumber:
http://id.shvoong.com/business-management/health-care-management/1944947-cangar/
http://www.lintasberita.com//go/1591541

Oleh: dhani911 | Januari 26, 2011

Bendungan Karangkates

Bendungan Karangkates (bendungan Sutami) terletak di Kecamatan Sumber Pucung sekitar 40 km sebelah selatan Kota Malang. Melewati Kecamatan Kepanjen lalu Kecamatan Sumber Pucung. Di Bendungan Karangkates Anda dapat menikmati keindahan danau buatan sambil berperahu dan memancing. Lokasi sangat strategis, terletak di pinggir jalan raya yang dilewati oleh kendaraan umum jurusan Malang-Blitar, sehingga memudahkan pengunjung untuk datang ke Taman Wisata Karangkates.

Wisata Karangkates mempunyai dua lokasi Taman Wisata, yaitu:

1. Taman Wisata Karangkates yang berlokasi di sebelah utara Bendungan Sutami
2.   Taman Wisata Bendungan Lahor yang berlokasi di sebelah selatan Bendungan Lahor

Di Bendungan Karangkates tersebut terdapat sebuat taman yang enak buat bersantai. Dengan membayar Rp.5000,- per orang sudah bisa menikmati indah dan sejuknya keadaan di sana. dengan banyaknya pepohonan yang yang rindang, tempat tersebut memang cocok buat bersantai bersama keluarga.

Pada hari libur (sabtu-minggu, atau libur nasional) biasanya di tempat ini mengadakan pertunjukan seperti orkes pada sore hari untuk menarik pengunjung. pertunjukan tersebut terutama diadakan setelah idul fitri tiba, pasti diadakan orkes buat menghibur pengunjung.

Sumber: http://atifhidayat.wordpress.com/2009/03/03/bendungan-karang-kates/

Oleh: dhani911 | Januari 26, 2011

Coban Rondo

Air terjun Coban Rondo terletak di lereng Gunung Kawi, Kabupaten Malang yang menurut administrasi pengelolaan hutan masuk dalam wilayah KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Perum Perhutani Malang. Sedangkan menurut administrasi pemerintahan, Coban Rondo berada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Untuk berkunjung ke tempat wisata ini tidak terlalu sulit, karena saat melewati jalan raya antara Batu menuju Pujon, Anda dapat melihat petunjuk jalan menuju ke air terjun Coban Rondo. Jalanan yang sudah baik memudahkan pengunjung yang datang menggunakan kendaraan. Tempat wisata ini juga dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari keramaian.

Menikmati Coban Rondo

Jika ingin mencapai air terjun, Anda harus berjalan kaki sekitar 2 km dari loket pembelian karcis. Perjalanan akan tidak terasa berat karena rimbunnya pepohonan hijau yang akan melindungi Anda dari sengatan sinar matahari dan memberi banyak oksigen untuk paru-paru. Jalan setapak yang harus dilewati sudah baik sehingga tidak memberatkan perjalanan Anda.

Dengan suhu rata-rata sekitar 22 derajat Celcius, Anda akan menikmati kesejukan suasana. Sehingga tidak heran jika banyak pengunjung yang senang untuk bersantai di bawah pepohonan atau duduk sejenak diatas bangku batu yang tersedia.

Dalam tempat wisata ini juga ada fasilitas lain seperti arena bermain anak atau tempat untuk Anda yang ingin berkemah di alam terbuka. Dalam perjalanan, Anda akan melewati jembatan yang membentang di atas sungai. Suara riak air terdengar menyejukkan. Di ujung jalan, banyak pula pedagang-pedagang yang menawarkan makanan, minuman, atau souvenir unik yang bisa dijadikan kenang-kenangan atau oleh-oleh.

Hal lain yang juga menarik adalah adanya monyet-monyet yang muncul untuk meminta atau mencari makanan dari para pengunjung. Tingkahnya yang lucu, banyak menarik perhatian anak-anak.

Air Terjun Coban Rondo

Saat tiba di depan air terjun Coban Rondo, suasana segar dan dingin langsung terasa. Air terjun dengan ketinggian 84 meter ini terlihat perkasa dengan mencurahkan begitu banyak air. Pada musim hujan, debit air terjun sebanyak 150 liter setiap detik, sedangkan pada musim kemarau debit airnya 90 liter per detik.

Rasa penat akan hilang dengan menikmati air terjun yang berada pada ketinggian 1.135 meter di atas permukaan laut. Pemandangan indah alami di sekitar air terjun dapat memberikan ketenangan. Anda juga dapat merasakan dinginnya air yang menghujani tubuh atau berenang di kolam di bawah air terjun yang akan memberi kesegaran. Kesempatan untuk berfoto di depan air terjun bersama teman atau keluarga tidak pernah dilewatkan para pengunjung. Coban Rondo pertama kali digunakan untuk objek wisata pada tahun 1980.

Legenda Coban Rondo

Coban merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti air terjun. Sedangkan rondo berarti janda. Ada legenda tentang asal-usul nama air terjun ini. Cerita ini dapat Anda lihat di dekat air terjun, di dalam sebuah bingkai kaca, tertulis Legenda Cobanrondo yang merupakan asal-usul nama tempat ini.

Kisahnya adalah ketika pasangan suami istri yang baru menikah. Sang istri bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi. Sedangkan suaminya bernama Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro.

Ketika pernikahan sudah mencapai 36 hari (selapan), Dewi Anjarmwati mengajak suaminya untuk mengunjungi Gunung Anjasmoro, daerah asal suaminya. Orang tua Dewi Anjarwati melarang keduanya pergi karena baru selapan. Tetapi, Dewi Anjarwati dan suaminya tetap berkeras untuk pergi.

Ketika dalam perjalanan, mereka berdua dikejutkan dengan kehadiran Joko Lelono yang tidak diketahui asal-usulnya. Joko Lelono terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya.

Akhirnya perkelahian antara Raden Baron Kusuma dengan Joko Lelono tidak dapat dihindarkan. Kepada punokawan yang menyertainya, Raden Baron berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di tempat yang ada cobannya (air terjun). Perkelahian terus berlangsung sampai akhirnya Raden Baron dan Joko Lelono sama-sama tewas. Dengan demikian Dewi Anjarwati menjadi janda atau dalam bahasa Jawa yaitu rondo. Sejak saat itu, air terjun tempat Dewi Anjarwati menunggu suaminya disebut Coban Rondo. Konon, batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri.

Sumber:
http://greatstyo.wordpress.com/2010/02/13/coban-rondo-waterfall/
http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/291-air-terjun-coban-rondo.html

Oleh: dhani911 | Januari 24, 2011

Pantai Balekambang

Pantai Balekambang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Malang Selatan. Pantai ini dapat dicapai melalui Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bantur, dilanjutkan ke Desa Srigonco ataupun melalui Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Pagak belok ke kiri ke arah Kecamatan Bantur dengan menggunakan kendaraan, baik mobil ataupun motor. Perjalanan sejauh 65 km dari kota Malang bisa ditempuh selama 3 jam dengan kendaraan pribadi. Pantai Balekambang ini cukup indah dan menawan. Hal ini didukung pula dengan fasilitas yang memadai, tempat parkir yang luas, camping ground, kios cinderamata, rumah makan, mck, kantor informasi, bungalow sedeharna, kolam renang dan bumi kemah pramuka, mushola dan pendopo.

Pantai landai ini dipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang 2 km dengan lebar 200 meter ke arah laut, sewaktu air laut surut, maka akan tampak di atas air dan disela-selanya berbagai jenis ikan-ikan hias kecil yang beraneka ragam. Selain itu, di lepas pantai nampak tiga buah pulau berjajar ke arah barat, Pulau Ismoyo, Pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. Tepat di atas Pulau Ismoyo berdiri megah sebuah Pura yang bernama Pura Luhur Amertha Jati. Untuk mencapai Pura ini, Anda dapat melalui sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter. Pada bulan Suro, Pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ada acara yang khusus di Pantai Balekambang ini yaitu Upacara Surohan (Suro’an) dan Upacara Jalanidhi Puja.

Di sekitar areal pantai terdapat bungalow sederhana yang dapat Anda sewa. Apabila Anda memutuskan ingin melakukan kemping, maka tersedia pula camping ground di sekitar areal Pantai Balekambang.

Di pantai ini Anda dapat melakukan beragam aktivitas, mulai dari menikmati indahnya sunset yang terkadang tampak di sela-sela ketiga pulau kecil di pantai ini, berjalan menuju ke Pura yang terdapat di atas Pulau Ismoyo atau sekedar bermain air.

Bagi anda yang ingin sekedar refreshing, dengan hanya Rp. 7.000,00 / orang, Anda bisa menikmati indahnya pasir putih Pantai Balekambang.

Sumber:
http://www.budpar.go.id/page.php?ic=39&id=1131
http://judexkerenz.multiply.com/photos/album/180/115._Pantai_BALE_KAMBANG_Malang

Oleh: dhani911 | Januari 24, 2011

Pantai Bajulmati

Pantai ini mungkin masih terdengar asing bagi masyarakat. Pantai Bajulmati terletak di Kecamatan Gedangan, ± 60 km ke arah selatan dari Kota Malang. Jarak tersebut bisa ditempuh + 2 jam dari pusat Kota Malang. Jalur yang dianjurkan adalah lewat Turen, kemudian belok ke arah Sumber Manjing Wetan. Jika Anda tidak tahu arah/petunjuknya, Anda bisa mengikuti petunjuk arah yang mengarah ke Pantai Sendang Biru.

Untuk jalan menuju pantai ini juga bagus karena sudah dihotmix. Anda akan melalui berbagai macam tipe jalanan, mulai dari jalan lurus sampai dengan jalanan berkelok ala pegunungan dan pemandangan yang cukup indah di sisi-sisi jalan. Beberapa kilometer sebelum pintu masuk, anda akan melewati sebuah jembatan yang cukup bagus.

Pantai ini mempunyai banyak kelebihan yaitu mempunyai teluk-teluk yang sangat indah, anginnya juga menyejukkan. Pantai ini juga menjadi salah satu pantai yang dijadikan tempat perkemahan oleh beberapa banyak orang.

Seperti halnya dengan pantai-pantai yang ada di Kabupaten Malang, Pantai Bajulmati ini cukup ramai pada waktu memperingati hari-hari besar, misalnya Idul Fitri, Mauludan dan lain sebagainya, akan tetapi jika hari-hari biasa tidak seramai pantai-pantai lain yang ada di Malang Selatan seperti Pantai Balekambang dan lain-lain.

Fasilitas:

  1. Pemandangan pantai yang indah.
  2. Berbagai macam teluk.
  3. Tempat untuk berkemah.
  4. Warung-warung.
  5. Tempat parkir.
  6. Kamar mandi.
  7. Mushollah.

Tarif:

  1. Tarif masuk Wisata Pantai Bajulmati Rp. 3.000,-/orang
  2. Tarif parkir kendaraan roda dua Rp. 2000,-
  3. Tarif parkir kendaraan roda empat Rp. 3000,-

Sumber: http://www.liburanseru.com/id/obyek-wisata/wisata-pantai/pantai-bajulmati

Oleh: dhani911 | Januari 23, 2011

Pantai Puger & Pantai Kucur

Pantai Puger, 36 km arah barat Laut Kota Jember disamping sebagai tempat pelelangan ikan juga sebagai tempat wisata karena alamnya yang indah. Wisatawan berkunjung ke Pantai Puger selain menikmati keindahan panorama alamnya juga dapat berperahu menyusuri pantai. Di Pantai Puger inilah setiap tahun diadakan acara “Larung Sesaji” sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan. Bersebelahan Pantai Puger, terdapat pantai yang juga menarik yaitu Pantai Kucur. Di Pantai Kucur wisatawan dapat menemukan kawanan kera merah yang selalu bergerombol dan suka bercanda dengan para wisatawan apalagi bila melihat wisatawan membawa buah-buahan atau makanan. Konon, menurut cerita rakyat kera-kera itu akan membawa malapetaka apabila ada pengunjung berani menyakiti apalagi sampai membunuhnya.

Pantai seluas 2 (dua) hektare ini dinamakan Kucur karena ditengah-tengahnya terdapat petilasan bekas pertapaan Mbah Kucur, seorang prajurit yang tugasnya mengawal Pangeran Puger dari Kerajaan Mataram,” ujar penjaga pantai sekaligus juru Kunci Mbah Kucur, Boiran.
Nama kecamatan Puger, menurut Pak Ran, sekitar abab ke 18 Pangeran Puger ditemani empat pengawalnya yakni Senopati Mataram Suryo Joto, Mbah Pancer Jenggot, Mbah Sindu Pramo dan Mbah Kucur melakukan tapa di pantai barat laut Jember, sehingga dinamakan Puger. “Pangeran Puger mengakhiri tapanya dan kembali ke Mataram, tetapi pengawalnya tidak ikut melainkan menetap di Puger seperti Nusa Barong dan Kucur,” ujarnya.

Petilasan di ujung pantai selatan Jember ini menjadi salah satu tujuan wisata batin. Pada hari-hari Kamis dan malam Jumat banyak pengunjung. Tiap 15 Muharam larung sesaji petik laut.

Pantai ini selain pasirnya putih ombaknya tidak terlalu besar sehingga cocok sebagai tujuan wisata. Ada keunikan dari pantai ini, yakni bisa mengubah bentuk, jika air laut pasang maka pantai bisa jadi pulau karena daratannya landai. Dari jauh warnanya hijau kebiru-biruan, karena Kucur selalu diselimuti tumbuh-tumbuhan pantai dan semak belukar yang rimbun. Sedangkan warna kebiruan, karena daun yang menutupi pantai terkena pantulan air laut yang dipancarakan sinar matahari.

Waktu pagi menjelang fajar menyingsing, pengunjung bisa menyaksikan terbitnya matahari atau sore saat sang surya kemerahan pelan-pelan tenggelam. Pada bulan purnama pesisir pantai bercadas ini nampak seperti bongkahan emas murni yang melingkar di tepi pulau.
Pesisir ini rimbun ditumbuhi berbagai jenis pohon dari tanaman atau flora khas pantai. Tanaman yang ada di sekitar pantai ini adalah sejenis klampis laut, nyamplung, pohon sawo kecik, trembesi, mahoni, sawo gunung, gayam, wimbo, mindi, akasia, waru rangkang, kakau, ketapang, sengon laut, balsa sungkai, glodokan tiang, kruing, simpur, merawan (dellia sp) dan tanjung (shoepea).

Binatang yang masih ada di sekitar hutan kijang, menjangan, banteng, kura-kura, penyu, ular, aneka burung laut seperti pecuk, mliwis putih, kuntul, blekok, bangau, angsa, itik. Selain itu, di dekat pantai banyak aneka kera yang hidup berkelompok, yang tidak boleh diganggu. Kera merah ini paling banyak dan paling jinak dan sudah terbiasa dengan pengunjung.
Untuk menuju ke tempat wisata Kucur, dari TPI Puger bisa menyeberang dengan menggunakan jasa perahu sampar atau perahu motor milik para nelayan Puger. Ongkos penyebrangan cukup murah yakni Rp 10 hingga 20 ribu per orang pulang pergi Puger-Kucur. Dengan perahu kecil para pengunjung bisa melihat keindahan panorama Pantai Puger dan Pantai Kucur yang berbuih dan berpasir putih.

Di lokasi ini pengunjung bisa melihat hamparan laut luas tanpa batas. Dari kejauhan tampak segerombolan burung laut terbang hilir mudik mencari mangsa ikan-ikan segar. Di tengah-tengah samudra tampak para nelayan sibuk mengayunkan jalanya untuk mencari ikan.
Di lokasi dekat sandaran perahu terdapat fasilitas kolam renang berhadapan langsung dengan hamparan laut lepas. Juga tempat untuk kemping dan out bond bagi pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum. Jika musim liburan biasanya para pelajar banyak berkemah dan bisa belajar menyatu dengan alam. Siswa yang berwisata dapat belajar tentang kehidupan binatang yang hidup di alam bebas sambil menikmati segarnya udara pantai.

Jumlah pengunjung sekitar 2000 orang pada hari biasa, pada hari libur dan hari raya idul Fitri lebih dari 20 ribu orang per hari. Pengelola Balai Konserfasi Sumber Daya Alam Jatim II tidak memungut biaya.

Pulang berwisata pengunjung bisa belanja terasi, petis dan ikan laut segar langsung dari nelayan yang sandar di Puger. Ada bermacam-macam ikan seperti tongkol berat sekitar dua kilo gram harganya Rp 25 ribu, ikan bandeng dua kilo gram Rp 20 ribu dan ikan pating sekitar Rp 20 ribu untuk tiga kilo gram. Selain itu juga dijual jenis ikan lainnya seperti ikan nus, rajungan, ikan layang, ikan cumi-cumi, kepiting, ikan pari, ikan layur dan ikan teri putih.

Sumber:
http://d-infokom-jatim.go.id/news_pot.php?id=11&t=335
http://beachview.wordpress.com/2008/04/16/pantai-puger/

Oleh: dhani911 | Januari 23, 2011

Taman Wisata Bendungan Selorejo

Di bagian barat Kabupaten Malang terdapat sebuah bendungan yang cukup menarik untuk dikunjungi. Bendungan tersebut bernama Bendungan Selorejo. Tepatnya di Desa Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang yang berjarak ± 48 Km dari arah barat Laut dari pusat Kota Malang. Untuk mencapai lokasi Bendungan Selorejo, rute yang dilalui dari Malang ke Kota Batu berjarak ± 16 Km selama 1 jam dengan melalui jalan hotmix dengan lebar antara 5 – 6 meter dengan kondisi jalanan perbukitan yang berliku & baik. Angkutan umum yang menuju obyek Bendungan Selorejo adalah bus, mikrolet dan colt. Dari Kota Batu ke Bendungan Selorejo berjarak sekitar ± 32 Km atau ± 1 jam perjalanan.

Taman Wisata Bendungan Selorejo ini dikelilingi oleh beberapa gunung antara lain Gunung Kelud, Gunung Kawi, dan Gunung Anjasmoro. Bendungan Selorejo dikelola oleh PT Jasa Tirta dan digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Ketika tiba di Taman Wisata Bendungan Selorejo, suasana bendungan terasa sejuk. Keindahan alam terpancar ketika kami tiba di tepian bendungan, hamparan bendungan yang luas dikelilingi oleh perbukitan dan gunung.

Disekitar bendungan banyak orang yang melakukan aktivitas memancing baik di tepian bendungan maupun ditengah-tengah bendungan dengan menggunakan perahu kecil.

Fasilitas pendukung Taman Wisata Bendungan Selorejo sudah cukup baik diantaranya kolam renang, jembatan gantung, penginapan, persewaan perahu, kuliner berupa ikan bakar, dan masih banyak lagi. Selain hari minggu dan libur, suasana Taman Wisata ini cukup sepi sehingga cukup nyaman digunakan untuk jalan-jalan dan bersantai.

Tarif masuk ke Tempat Wisata Bendungan Selorejo ini hanya Rp10.000,-/orang (dewasa).

Sumber:
http://indiemalang.com/direktori-malang/direktori-lokasi-wisata-malang/64-obyek-wisata-bendungan-selorejo.html
http://teamtouring.net/berwisata-di-bendungan-selorejo.html

Oleh: dhani911 | Januari 23, 2011

Pantai Jonggring Saloko

Apabila anda berkunjung ke Kabupaten Malang, jangan lupakan Pantai yang satu ini. Pantai Jonggring Saloko terletak di desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo, berjarak 69 km dari pusat kota Malang. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang ada di Kabupaten Malang yang ombaknya cukup besar.

Dalam cerita pewayangan, Jonggring saloko adalah nama kahyangan. Tempat kediaman Batara Narada. Dilukiskan, kalau daerah itu udaranya segar panorama alamnya yang menawan, bersih dan aman.

Tempat yang cukup menarik selain Pantai Jonggring Saloko adalah Pantai Gebros,  yaitu goa akibat proses abrasi yang tiada hentinya. Kuatnya ombak menggiring air laut untuk menghajar tebing, menyebabkan dasar tebing menjadi berongga menyerupai goa. Dan goa dasar laut di Pantai Gebros ini, membuat lorong panjang yang akhirnya berakhir pada gunung kecil bagian atas. Terjadinya gelombang air yang menghamtam bebatuan dan bisa menimbulkan bunyi “broos” dan air laut bisa memancar dari batu diatas ketinggian 10 meter dari permukaan laut.

Potensi utama obyek wisata ini adalah Teluk Menjangan, Gunung Pacar, dan Kondang Towo.

Fasilitas:

  1. Seperti halnya pantai-pantai lainnya yang menyuguhkan suatu kelebihan yaitu pemandangan pantai yang begitu mengesankan.
  2. Tempat pemancingan ikan.
  3. Tempat pelelangan ikan.
  4. Tempat penginapan.
  5. Camping ground.

Sumber:
http://wisata-kemalang.blogspot.com/2009/09/pantai-jonggring-saloko.html
http://www.liburanseru.com/id/obyek-wisata/wisata-pantai/pantai-jonggring-saloko

Kategori